Login using Facebook

Pernak-Pernik Imlek Banjiri Toko di Medan

Menjelang perayaan Imlek Minggu (14/2), sejumlah toko yang menjual perlengkapan sembahyang dan pernak-pernik Imlek di Medan mulai dipenuhi dengan pernak-pernik khas perayaan Tahun Macan.

Berdasar pantauan Wartawan di beberapa toko, seperti Toko Surya Makmur di Kompleks Asia Mega Mas,Toko Borobudur di Jalan Asia Baru,Toko Bintang Saudara, Pasar Tradisional, Pasar Ramai,Jalan AR Hakim/ Jalan Bakti, Jalan Putri Merak Jingga, Jalan Thamrin, beraneka ragam pernak-pernik khas Imlek sudah dipajang. Pemilik Toko Borobudur,A Leng, 49, menyatakan, pohon Mei Hua, angpau, dan pernak pernik bercorak kerbau merupakan yang paling sering dicari pembeli.

Selebihnya merupakan replika pohon jeruk dan patung dewa berukuran kecil. A Leng menyatakan, tidak berbeda dengan tahun lalu,krisis ekonomi global yang melanda dunia masih berdampak negatif pada penjualan barang dagangannya. Menjelang Imlek, jumlah pembeli tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasa, bahkan lebih sepi dibandingkan tahun-tahun lalu.Masyarakat juga kebanyakan hanya membeli pernak-pernik seadanya.

Padahal, berdasar pengalaman tahun- tahun sebelumnya, tiga minggu menjelang Imlek, masyarakat sudah berbondong-bondong memburu pernak-pernik. “Tahun ini,kebanyakan masyarakat masih tanya-tanya harga dulu. Karena itu, walaupun barang mulai masuk pada akhir Desember 2009 lalu, saya mulai pajang awal Januari kemarin.Tidak seperti tahun- tahun lalu, kami tidak lagi pesan barang stok, jual yang ada dulu,” ungkapnya.

Dia menambahkan,penurunan jumlah pembeli pernak-pernik Imlek juga disebabkan masyarakat Tionghoa kebanyakan lebih mengutamakan membeli peralatan sembahyang menyambut Imlek.Peralatan itu, di antaranya tua hio (dupa besar),leng hio (dupa naga), leng cek (lilin naga), kim hua, kim gin cua (kertas emas dan perak),wang po, thi kong kim, thi kong pai, ong lai (kertas sembahyang yang berbentuk nenas), replika teratai (replika teratai), serta kui jin hu.

Sementara itu, pemilik Toko Surya Makmur A Sang, 50, memprediksi, walaupun saat ini pembeli sudah mulai datang, puncak pembeli diperkirakan ramai mulai 13 Februari hingga tiga hari menjelang Imlek.“Menjelang perayaan Imlek tahun ini, hampir dipastikan penjualan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, harga barang juga naik mulai 20–50%. Kami pedagang terpaksa harus menaikkan harga juga,” tuturnya.

No votes yet

Komentar

Tambah Komentar

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Alamat halaman web dan email diubah otomatis menjadi link
  • Baris dan paragraf berganti secara otomatis.
  • Anda dapat menggunakan tag BBCode didalam teks
  • Anda dapat men-quote postingan dengan tag [quote].
  • Smileys teks akan diganti dengan gambar emoticon
  • Spoiler dapat anda letakkan diantara tag [spoiler][/spoiler]. User harus mengklik button untuk membaca konten.

Informasi lebih lanjut mengenai format input

Image CAPTCHA
Masukkan karakter (tanpa spasi) yang tampak pada gambar